Akhir-akhir Ini Sejumlah Pesepeda Meninggal Mendadak, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Jantung

Berita104 Dilihat

Jakarta – Beberapa pengendara sepeda tewas mendadak saat berkendara di jalan raya.

Baru-baru ini, Kamis (3/3/2022-2022), seorang pengendara sepeda tewas mendadak di kolam berlumpur di Bendungan Siduargo, Jawa Timur.

Menanggapi kejadian ini, klarifikasi disampaikan oleh Dr. Muhammad Yusuf SpJP(K) PhD FIHA FESC FAsCC, Spesialis Kardiovaskular di Rumah Sakit Universitas Irlanga (RSUA).

“Sungguh hal yang sangat tidak bisa di prediksi berbicara tentang kematian seseorang,” katanya di sebuah acara bincang-bincang virtual. Apalagi jika 1×24 jam atau 1 jam yang lalu (kondisi fisik seseorang) tidak ada masalah, orang tersebut sering menjadi korban penyakit jantung. ” . Akhir-akhir ini.

Yousef menekankan bahwa kemungkinan penyebab kematian terbatas pada gangguan irama jantung serta kejang.

Dia menjelaskan bahwa gaya hidup dan faktor genetik menentukan tingkat kelemahan seseorang. Jika Anda seorang perokok berat atau obesitas, risiko Anda meningkat ke dalam kategori paruh baya.

Youssef mengatakan serangan jantung adalah peristiwa yang terjadi ketika arteri koroner di jantung tiba-tiba tersumbat.

Nyeri dada terjadi ketika jantung tidak mendapatkan cukup oksigen.

Rasa sakit ini juga merupakan gejala dari detak jantung yang tidak teratur.

“Namun, sangat sedikit orang yang memiliki penyakit jantung tanpa arteri koroner. “Sejak awal, ada cacat yang sedikit meningkatkan risiko faktor yang mempengaruhi (oklusi vaskular, oklusi arteri koroner),” katanya. Tenaga medis di RS Siloam Surabaya.

Kasus korban meninggal saat mengendarai sepeda menunjukkan bahwa individu tersebut aktif berolahraga.

Namun, Youssef menekankan bahwa ini tidak berarti bahwa olahraga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, olahraga dianjurkan secara medis.

Tapi harus ada introspeksi.

“Secara khusus saya ingin berolahraga, tetapi saya tidak berolahraga ketika tekanan darah saya mencapai 190 atau demam.

Anda dapat mengurangi penyakit jantung dengan berhenti merokok dan menghindari asupan kolesterol dan gula yang berlebihan.

Olahraga teratur juga dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Yousef merekomendasikan pemeriksaan rutin untuk individu yang berisiko terkena penyakit jantung bawaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *