BANTAHAN TERHADAP WAHABI : NUZUL TANPA INTIQOL (BERPINDAH)

Artikel82 Dilihat
الرد على الوهابية
BANTAHAN TERHADAP WAHABI
NUZUL TANPA INTIQOL (BERPINDAH)
Telah sohih atsar dari salaf yang menyatakan demikian. Wahabi pun mengetahuinya. Sehingga wahabi berusaha memasukkannya kedalam logika tajsimnya agar seolah olah menyamai akidah salaf, sehingga ia membuat tamtsil dengan cahaya.
Wahabi berkata : ” cahaya bisa turun tanpa berpindah. Jika cahaya bisa demikian maka Allah pun tentu bisa.” Ucapan wahabi itu sama sekali tidak berfaedah, karena faktanya cahaya itu berpindah, sehingga ada kecepatan cahaya. Kecepatan itu rumusnya jarak perpindahan dibagi waktu.
Barang kali Maksud wahabi Allah sebenarnya berpindah, tapi dengan begitu cepatnya melebihi kecepatan cahaya sehingga tidak dikatakan berpindah. Maha suci Allah dari berpindah dengan kecepatan tinggi.
Wal’iyadzubillah.
Allah berfirman :
واعرض عن الجاهلين
Berpalinglah kamu dari orang orang bodoh.
Alasan berpindah ditiadakan adalah :
1. Berpindah itu bukan sfat azaliyyah. Allah di dalam azali tidak disifati dengan berpindah. Yang demikian sifat baru. Ahlussunnah mensucikan Allah dari tanda tanda yang baru.
ويعتقد أن الله تعالى منزه عن سمات الحدث
Dan meyakini sesungguhnya Allah ta’ala adalah yang disucikan dari tanda tanda baru.
Adz dzahabi. Al Uluw Lil Aliyyil Goffar.
2. Berpindah adalah tanda jisim, karena berpindah hanya bisa dilakukan oleh sesuatu yang memiliki batas dan ukuran. Batas dan ukuran adalah ciri ciri jisim. Abu Sulaiman Al Khotobi berkata :
ﻭاﻧﺘﻘﺎﻝ ﻣﻦ ﻓﻮﻕ ﺇﻟﻰ ﺗﺤﺖ، ﻭﻫﺬا ﺻﻔﺔ اﻷﺟﺴﺎﻡ ﻭاﻷﺷﺒﺎﺡ
berpindah dari atas ke bawah. Dan ini adalah sifat jisim jisim dan manusia.
Al Asma wa Sifat.
Jika di dalam nuzul disucikan tanda yang baru dan tanda jisim. Maka di dalam fauqiyyah pun wajib mensucikan tanda baru dan tanda jisim, yaitu makna berada di atas.
Selain itu berpindah (intiqol) bukan lah sifat di dalam azali. Karena di dalam azali Allah tidak disifati dengan intiqol. Maka sama halnya Allah tidak disifati berada di atas, karena berada di atas bukan sifat di dalam azali. Yang demikian dikarenakan para ulama salaf menetapkan kaidah ushul semua sifat Allah adalah sifat di dalam azali, baik itu sifat dzat, maupun sifat perbuatan :
صفات الله أزليات
Sifat sifat Allah adalah sifat di dalam azali.
Kitab Syarhus sunnah. Imam Al Muzani.
Jadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan cahaya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *