Dongeng Sunda Pendek : Sasakala Batu Kuwung

Cerpen139 Dilihat

Aslisunda.com – Dongeng Sunda Pendek dengan Judul Sasakala Batu Kuwung. Dongeng ini bercerita tentang sebuah Legenda dongeng di Daerah Banten.

Dongeng Sunda Pendek : Sasakala Batu Kuwung

Banten atau disebut Tatar Sunda zaman baheula, terdapat sebuah desa yang subur Makmur, gemah ripah loh jinawi. Desa tersebut dikepalai oleh seseorang yang Kaya Raya. Lahan yang ia miliki sangat banyak, Rumah paling mewah dibanding dengan warganya.

Semakin banyak harta ternyata tidak membuat sesorang menjadi baik, begitupun dengan kepala desa tersebut. Dia memimpin desa dengan sewenang-wenang. Dia memberlakukan pajak yang sangat tinggi terhadap rakyatnya. Akibatnya rakyat hidup sangat kesusahan, semakin kaya semakin pelit. Mungkin pribahasa tersebut cocok untuknya. Saking Pelitnya dia tidak pernah menikah apalagi memiliki anak. Dia berfikir dengan memiliki keluarga adalah sebuah hal yang sia-sia, dan termasuk sebuah pemborosan.

Kepala desa tersebut hidup mewah bergelimang harta, sementara rakyat semakin hari semakin menderita.

Rakyat bukan tidak mau melawan, hanya saja tidak ada yang berani, karena kepada desa tersebut memiliki banyak pengawal. Suatu Ketika ada yang mencoba melawan, dan berakhir tragis. Dia dibuang ke hutan larangan dekat dengan desa tersebut.

Terkena Tuah

Pada suatu hari, seorang laki-laki sakti ingin memberinya pelajaran. Laki-laki itu pun menyamar menjadi pengemis lapar berkaki pincang.

Pengemis itu datang ke rumah kepala desa itu untuk meminta makan dan sedikit uang. Bukannya memberi makan, sang kepala desa justru mendorong tubuh pengemis itu hingga terjatuh dan mencaci-makinya.

Pengemis itu lalu bangkit. “Hai, orang kaya yang angkuh, kau akan merasakan rasa lapar yang aku alami.

Keesokan harinya, saat bangun tidur, kepala desa yang kikir itu merasakan kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Ia sangat panik dengan kondisi yang dialaminya.

Baca Juga : Alergi Ayam Potong, Bukan Masalah Besar

Kemudian dia menyuruh pengawalnya untuk mencari Tabib. Namun sungguh aneh, tidak ada satupun tabib yang dipanggil, dapat menyembuhkannya.

Karena sudah tidak ada yang mampu mengobati lagi, Akhirnya, Ia membuat sayembara. Siapa pun yang dapat menyembuhkannya, akan diberi setengah, dari kekayaannya

Pengemis yang kemarin diusirnya datang, “Hai, orang kaya, ini adalah akibat dari sifat sombong dan kikirmu! Hanya ada tiga hal yang bisa menyembuhkanmu!”

“Katakanlah!” sahut si kepala desa.

“Pertama, kau harus mengubah sifat sombong dan kikirmu. Kedua, bertapalah di sebuah batu cekung di gunung karang selama tujuh hari tujuh malam. Ketiga, jika kau sembuh, penuhilah janjimu. Bagikan setengah harta kekayaanmu kepada orang-orang miskin!”

Kepala desa yang kaya itu pun melakukan hal-hal yang disebutkan oleh pengemis. Ia pergi ke gunung karang, dan melewati perjalanan yang melelahkan. Ia bertapa dan berdoa selama tujuh hari tujuh malam melewati berbagai godaan.

Baca Juga : Urban Legend Bandung Kuntilanak Abu-Abu

Pada hari ketujuh, tiba-tiba batu cekung itu menyemburkan sumber mata air panas. Sang kepala desa itu segera mandi. Secara ajaib, ia pun sembuh dari kelumpuhannya.

Ia kembali ke desa dan memenuhi janjinya mendermakan hartanya kepada orang-orang miskin. Ia juga akan menikahi seorang gadis anak seorang petani miskin.

Akhirnya, kepala desa yang kaya raya itu dikenal sebagai orang yang dermawan. Warga pun sangat menyayanginya.

Akhir Cerita

Batu cekung tempatnya bertapa itu kini menjadi objek wisata di Kecamatan Padarincang, Ciomas, bernama Batu Kuwung. Kuwung artinya cekung. Di tempat ini, orang banyak datang untuk mandi air panas dan berdoa agar air itu berkhasiat bagi kesembuhan.

Nah itulah Dongeng Sunda Pendek dengan judul Sasakala Batu Kuwung, semoga yang membaca mendapatkan hikmah dan pelajaran dari dongeng tersebut. Walapun hanya sebatas dongeng Pendek, dan kejadiannya di tanah Sunda, insya allah kita dapat memetik pelajaran.

Untuk Dongeng Sunda Pendek Selanjutnya insya allah masih tentang sasakala atau Legenda di tanah Sunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *