Jawara Ti Kuburan Dongeng Sunda Karangan Ki Leuksa

Cerpen300 Dilihat

Aslisunda.com | Dongeng Sunda Jawara Ti Kuburan – Ketika berbicara dongeng sunda, maka pastinya berasal dari wilayah pasundan. Dongeng merupakan salah satu ciri khas dan budaya sunda. Banyak sekali pendongeng dan pengarang Dongeng sunda, salah satunya adalah E. Kosmayadi alias ki Leuksa. Lewat tangan dingin beliau, sudah banyak tercipta dongeng sunda yang berkualitas. Salah satunya berjudul Jawara Ti Kuburan.

Adapun dongeng Sunda yang Berjudul Jawara Ti Kuburan, sudah dibawakan oleh banyak pendongeng, khususnya area Jawa Barat. Salah satunya ialah pendongeng senior dari sukabumi, yaitu Mang Dedi Mulyadinata yang akrab di sapa Mang Ended.

Mang dedi yang sudah menginjak usia 70an, namun masih tetap eksis membawakan cerita dongeng. Khususnya karangan Ki Leuksa, nah beliau (Mang Dedi) membawakan dongeng sunda dengan berbagai karakter suara. Menurut pengakuannya, dia bisa membuat 30an suara yang berbeda.

Dengan keahlia beliau membacakan dongeng sunda, membuat pendengar betah dan penasaran terhadap cerita yang di bawakan. Salah satu yang hits berjudul Jawara Ti Kuburan.

Dongeng Jawara Ti Kuburan ini di karang oleh ki leuksa, dengan apik dan tata Bahasa yang mudah dimengerti, membuat pedengar seolah berada didalam cerita.

Baca Juga : Daftar Rental Mobil Sukabumi 2022

Awal Mula Cerita Dongeng Jawara Ti Kuburan

Dongeng ini bercerita tentang seorang pemuda, yang mana pemuda tersebut bernama Banara. Banara anaknya Abah imung seorang bekas Jawara. Bah imung tidak mau mengajarkan silat pada banara, karena bah imung tidak ingin banara mengikuti jejaknya menjadi jawara.

Secara seorang jawara pastilah punya teman dan musuh. Begitupun dengan Bah Imung, dia memiliki sahabat dekat bernama mas giman. Kebetulan mas giman juga seorang Jawara, dan dia memiliki seorang anak perempuan yang kelak akan menjadi istrinya banara.

Sebuah tragedi terjadi pada bah imung, karena dia menolak mengikuti sayembara. Akhirnya bah imungpun di bunuh oleh Pesilat Golongan Hitam.  Dengan kematian ayahnya, Banara ingin balas Dendam kepada pembunuh bapaknya. Dalam perjalanannya Banara bertemu Seorang Jawara, yang kelak menjadi gurunya, seorang Jawara Sakti tiada tanding yang keluar dari Kuburan tua.

Sebuah cincin ditemukan oleh banara di dekat mayat ayahnya, dan cincin itu pula yang menjadi petunjuk untuk mencari pembunuh ayahnya. Banara pergi melanglang buana, mencari pembunuh Bapaknya. Namun sekalian mencari adik pungutnya.

Banara tidak bisa berkelahi, atau tidak bisa silat. Karena memang dari kecil bah imung melarang banara untuk belajar silat. Tanpa merasa menyesal banara mulai mencari Guru silat. Yang dimulai dari mas giman teman almarhum bapaknya.

Namun mas giman enggan mengajarkan silat, dan disuruhlah banara mencari guru di tempat lain. Diperjalan dia bertemu seorang wanita, yang ternyata adik yang di acari yaitu nyi ratmanah.

Baca Juga : Rental Mobil Sukabumi Terbaru Tahun 2022, Update Harga Serta Armada

Banara Mencari Guru Silat

Dalam perjalanan menuju padepokan silat, banara dan ratmanah di hadang oleh begal. Namun dengan Teknik silat yang dimiliki ratmanah, ketiga begal tersebut lari terbirit-birit.

Dari kejadia tersebut banara tahu, bahwa nyi ratmanaha ternyata ahli silat. Yang mempunyai julukan Malati Bodas.

Banara pun mengikrarkan diri menjadi murid malati bodas, dan akan mempelajari ilmu silat agar dendamnya terbalaskan.

Setelah sampai di padepokan tempat malati bodas, banara ketemu gurunya malati bodas. Yaitu mama sutara, seorang Tokoh silat golongan Putih yang memiliki ilmu silat tingkat tinggi.

Banara belajar dan menempa diri di padepokan tersebut, setelah merasa cukup dia pergi dengan malati bodas untuk menelusuri pembunuh ayahnya.

Dengan cincin yang dia miliki, banara mengetahui bahwa pembunuh bapaknya adalah dari golongan hitam, dengan pimpinan seorang Nenek jahat yang bernama Kalingking.

Kalingking banyak sekali anak buahnya yang jahat, mulai dari perampok, begal dan sejenisnya.

Nah ketika bertemu denga salah satu anak buah kalingking, terjadi pertarungan yang sengi tantara keduanya. Namun karena banara masih belum memiliki ilmu silat yang tinggi, banara kalah dan lari ke sebuah hutan.

Yang ternyata di hutan tersebut terdapat beberapa makam yang sudah tua, banara bersembunyi dari kejaran musuh di tempat tersebut.

Awal Ketemu dengan Ki Saron ( Jawara Ti Kuburan )

Yang mengejar banara lantas mengurungkan niatnya, karena tahu di tempat tersebut Terkubur seorang Jawara sakti yang tiada tandinganya.

Namun karena banara yang tidak tahu dengan  dunia persilatan, apalagi kejadian masa lampau yang terjadi. Dia pun tidak tahu bahwa disitu terkubur seorang jawara sakti yang sangat bengis.

Jawara tersebut di kubur dengan segel berupa 5 Benda pusaka yang dikumpulkan oleh lima Jawara. Walaupun di kubur hidup-hidup, namun jawara tersebut tidak mati karena kesaktiannya.

Yang tanpa sengaja Banara mencabut segel yang menyegel kuburan Jawara tersebut, akhirnya Jawara tersebut Bangkit dari Kuburan yang selama ini menguburnya.

Baca Juga : Dongeng Sunda Pendek : Sasakala Batu Kuwung

Banara sangat ketakutan melihat seseorang yang keluar dari kuburan, dan dating menghampiri banara. Dengan perawakan kurus tinggal tulang, kulit berwarna hitam, muka tanpa daging, persis dengan tengkorak yang hidup.

Ketika dia memperkanlkan diri ternyata Namanya Ki saron dengan Julukan Tangkorak Hideung (Tengkorak Hitam). Sewaktu di kubur puluha tahun, Ki saron berjanji siapapun yang bisa membebaskannya maka dia akan menjadi pengawal atau babu untuk selamanya.

Nah disini dimulai kisah Banara yang di bombing seorang Jawara yang Bangkit dari Kuburan Tua, yang kelak akan menurunkan Ilmu yang dahsyat untuk membalas kematian bapaknya.

Kisah Selanjutnya

Penasaran dengan Kelanjutannya? Bisa anda lihat dan dengarkan di Channel Mang Deddy Mulyadinata. dan admin sertakan pula Playlist lengkap tentang Cerita Jawara Ti Kuburan yang di Karang oleh Ki Leuksa serta di bawakan oleh Mang Dedi Mulyadinata.

Mari kita jaga dan lestarikan kesenian sunda yang menjadi ciri khas orang sunda. dengan cara mendukung dan menshare Artikel serta Dongeng Sunda, kita sudah menjaga dan membantu para pelaku seni…

Insya Allah di lain waktu akan saya ceritakan dongeng sunda Jawara ti Kuburan versi ringkasannya.

Barabay…..

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *