Pemerintah Kabupaten Buleleng Kemas Pasar Tradisional Jadi Tourism Market

Berita72 Dilihat

SINGARAJA, WWW.MATAKOMPAS.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, akan mengkemas pasar tradisional menjadi Tourism Market atau destinasi wisata baru. Nah, mendukung itu, Pemkab Buleleng bersama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng akan menyiapkan standar-standar yang ditetapkan agar mampu menarik para wisatawan, diantaranya kebersihan pasar, kebutuhan pangan yang berkualitas dan tentunya juga ada ruang hiburan dihari-hari tertentu.

Gagasan ini terungkap saat Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana memimpin rapat bersama dengan PD Pasar Buleleng dan didampingi oleh Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Sekda Buleleng Gede Suyasa serta Kepala OPD terkait di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (30/12).
Bupati Suradnyana mengatakan, ketika Pasar Banyuasri bisa menjadi Tourism Market berarti kita akan menampung semaksimal mungkin dagang-dagang tradisional yang sudah memiliki tempat di tempat yang lama tentu dengan kualitas yang baik. Tentu di sana ada kebersihan. Ada food branded seperti coffe (kopi).
“Dan itu semua dipetakan atau di zonasi menggunakan peta dengan baik. Bisa ditentukan nomor satu ada apa dan seterusnya,” terangnya.
Lanjut dia, akan dilakukan zonasi, dimana nantinya dapat disimulasikan dengan baik dan dapat di hitung kapasitas orang yang datang. Kecenderungan orang yang datang dan kecenderungan jam berapa pasar buka serta jam berapa lowongnya.
“Jika nantinya parkiran lowong dan dapat digunakan di hari Minggu bisa diisi dengan kegiatan seperti lomba anak-anak melukis atau jual beli mobil tentunya ini baik sehingga dapat dijadikan menjadi daerah tujuan wisata baru,” ungkap Bupati Suradnyana.
Imbuh Bupati Suradnyana, besar harapan Pasar Banyuasri ini secara branding bukan saja sebagai pasar tradisional melainkan bisa menjadi Tourism Market. Contoh lain juga, nantinya anak-anak muda di Buleleng diberikan ruang untuk bermain musik atau mengamen dengan konsep dan pola yang berbeda. Dengan dukungan speaker yang bagus, mic yang bagus dan gitar yang benar-benar bagus sehingga dapat menarik perhatian masyarakat.
“Apalagi Buleleng memiliki talenta musik banyak sekali. Ini kita lakukan agar Pasar Banyuasri di Buleleng berbeda dengan pasar-pasar tradisional lainnya yang ada di Bali,” tandasnya.
Sementara, Direktur PD Pasar Buleleng Made Agus Yudiarsana usai mengikuti rapat mengatakan, skema pengelolaan masih belum final. Pembahasan akan dilanjutkan pada awal tahun 2021 mendatang.
“Kita masih mengumpulkan data-data, yang artinya harus ada nilai yang pasti dulu baik terkait nilai bangunan yang akan dilakukan kerjasama pemanfaatan (KSP) dan nilainya berapa. Setelah ini disepakati baru kita melangkah ke step selanjutnya,” singkatnya. (Red/Tim/Mk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *