Pers Asing Telah Memicu Apa Yang Disebut Protes Massa Dengan Menekankan Kenaikan Harga Bahan Bakar Bersubsidi.

Bisnis85 Dilihat

Aslisunda.com – Keputusan pemerintah Indonesia menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat perhatian dari beberapa media asing.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar konferensi pers virtual di kanal YouTube kantor sekretariat presiden pada Sabtu, 9 Maret (3/9) untuk mengumumkan kenaikan harga minyak bersubsidi.

Jenis bahan bakar penolong yang mengalami kenaikan harga adalah Pertalite yang berkisar antara Rs 7.650 per liter hingga Rs 10.000 per liter.

Kemudian energi surya dari Rp 5150 menjadi Rp 6800 per liter.

Pemerintah juga menyesuaikan harga BBM tanpa subsidi.

Reuters melaporkan dalam sebuah laporan berjudul “Indonesia Menaikkan Harga Bahan Bakar untuk Mengekang Ekspansi Subsidi”, yang memotong harga bahan bakar bersubsidi sekitar 30 karena Indonesia menempatkan beban berat pada anggaran nasional meskipun risiko protes massa meningkat.%.

Media Inggris menyebut keputusan Jokowi sebagai upaya terakhir pemerintah.

“Saya sebenarnya ingin harga BBM lokal tetap murah dengan memberikan subsidi, tapi anggaran subsidi sudah tiga kali lipat dan akan terus bertambah,” kata Jokowi dalam konferensi pers virtual.

“Sekarang pemerintah harus mengambil keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir dari pemerintah.”

Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara, telah meningkatkan subsidi energinya pada tahun 2022 menjadi Rp 502 triliun ($34 miliar), tiga kali lipat dari anggaran aslinya, menurut Reuters.

Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak internasional dan penurunan nilai rupiah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran akan naik menjadi Rs 698 triliun jika harga tidak dinaikkan.

Sebuah kantor berita yang berbasis di London melaporkan bahwa kenaikan harga bahan bakar sensitif di Indonesia dan berdampak besar pada rumah tangga, usaha kecil dan usaha kecil.

Dia mengatakan terakhir kali harga BBM dinaikkan pada 2014, beberapa bulan setelah Jokowi berkuasa untuk membebaskan keuangan.

Hal ini memicu protes di seluruh negeri.

Surat kabar Inggris The Independent juga melaporkan kenaikan harga bahan bakar di Indonesia dalam sebuah artikel berita berjudul “Indonesia menaikkan harga bahan bakar sebesar 30% dan memotong subsidi energi.”

Selama beberapa minggu, masyarakat Indonesia mengkhawatirkan kenaikan harga bahan bakar pertalite.

SPBU berderet zig-zag mobil dan motor, dan hari ini (3 September 2022) Sabtu (3 September 2022) mereka menyatakan rela menunggu berjam-jam untuk membeli bahan bakar sebelum harga naik.

Surat kabar Independent mengatakan kenaikan harga minyak adalah yang pertama dalam delapan tahun.

Jokowi juga mengutip pers bahwa BBM bersubsidi tidak tepat sasaran.

Pasalnya, sekitar 70% dari dukungan tersebut justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu.

Setelah itu, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan subsidi BBM ke bantuan yang lebih tepat sasaran.

Pemerintah Indonesia telah mensubsidi bahan bakar selama beberapa dekade di Indonesia, negara kepulauan yang luas dengan lebih dari 270 juta orang.

Harga bahan bakar adalah masalah politik yang sensitif yang dapat menyebabkan kenaikan harga lagi dan berisiko memicu protes mahasiswa, The Independent melaporkan.

Sementara itu, The Straits Times, dalam laporan berjudul “Indonesia Menaikkan Harga BBM Hingga 32% untuk Menahan Subsidi Berlebihan,” menyebutkan protes serikat pekerja dan mahasiswa terjadi di beberapa daerah sebelum kenaikan BBM diumumkan.

Selain Pertalite dan Solar, pemerintah menyesuaikan harga bahan bakar Pertamax nonsubsidi sebesar 16% menjadi Rs 14.500.

Media Singapura menyoroti bahwa subsidi BBM dalam bentuk BBM Direct Cash Grants (BLT) senilai Rp 12,4 triliun akan diberikan kepada 20,65 juta rumah tangga.

Setelah itu, 150.000 rupee per bulan akan dibayarkan selama 4 bulan dari September.

Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 9,6 triliun hingga Rp 3,5 juta per bulan dan Rp 16 juta pekerja dalam bentuk Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diberikan sebesar Rp 600.000.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *