Rumah Diterjang Longsor di Mengening, 1 KK Terpaksa Mengungsi

Berita84 Dilihat

SINGARAJA, WWW.MATAKOMPAS.COM- Rumah salah satu warga di Desa Mengening, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, dikabarkan diterjang tanah longsor imbas hujan deras mengguyur wilayah perbukitan Kabupaten Buleleng, belakangan ini.

Tak pelak, akibat musibah itu, satu (1) kepala keluarga (KK) penghuni rumah terpaksa diungsikan ke rumah kerabatnya.


Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kubutambahan AKP Ketut Wisnaya saat dikonfirmasi membenarkan musibah  tersebut.
Kapolsek Wisnaya menyebut, rumah semi permanen milik Wayan Wardana (36) di Banjar Sangker, Desa Mengening itu, diterjang tanah longsor pada Senin (4/1)  pukul 04 15 dinihari.
Alhasil, sebut Kapolsek Wisnaya, satu kamar tidur berukuran 3×3 yang dihuni Wardana bersama istri dan kedua anaknya tersebut mengalami kerusakan cukup berat.

Meski begitu, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tanah longsor itu.
“Estimasi kerugian materi akibat musibah tanah longsor menimpa rumah Wardana sekitar Rp 5 juta.
Korban jiwa kami pastikan nihil. Kami dibantu warga setempat langsung  melakukan gotong-royong setelah menerima informasi itu,” singkat Kapolsek Wisnaya melalui telepon seluler.
Sementara, Perbekel (Kepala Desa) Mengening, Ketut Angga Wirayuda SH, ketika dihubungi melalui telepon seluler Senin (4/1) mengatakan, 1 KK keluarga Wayan Wardana sementara ini terpaksa mengungsi ke salah satu kerabatnya.

Hal itu, lanjut dia bertujuan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan lantaran intensitas curah hujan di wilayah perbukitan Desa Mengening cukup tinggi.
“Tadi, informasi yang kami terima keluarga Wayan Wardana diungsikan sementara waktu sampai situasi memungkinkan mereka kembali ke rumah.
Mereka (keluarga Wardana) mengungsi di salah satu kerabatnya, yakni rumah Komang Riski, letaknya di sebelah selatan rumah Wardana,” ungkap Perbekel Wirayuda.

Perbekel Wirayuda pun mengaku telah menyampaikan himbauan kepada sejumlah warga yang tinggal di lereng perbukitan untuk selalu waspada di musim penghujan ini.
“Sudah, kami terus lakukan monitoring dan menghimbau warga terutama jika curah hujan tinggi dan berlangsung lebih dari 4 jam lamanya, kami minta kepada warga yang tinggal di lereng perbukitan untuk mengungsi sementara waktu ke rumah sanak keluarga,” pungkasnya. (Red/Tim/Mk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *