Salafi Wahabi, Muslim Berwatak Zionis yang Menggerogoti NKRI

Artikel148 Dilihat

Salafi-Wahabi, Muslim Berwatak Zionis yang Menggerogoti NKRI

Aslisunda.com – Minggu silam, saya kehadiran orang teman. Baru tahu, namun karakternya yang gigih membuat ringan dekat semuanya orang. Sampai diawalnya pertemuan, dia telah mewanti-wanti saya supaya berhati-hati bergaya dan harus berdasar tegar syariat, karena menurut dia hari ini lebih banyak yang membelok. Lihat performanya, saya telah sangsi kalau dia ‘berbeda’—terutama dengan kultur saya yang Nahdliyin. Namun saya tidak menanyakan apa dia orang Salafi-W bukan atau ahabi.

Tiap-tiap saya memberi suatu hal kepadanya dan omong kalau itu untuk kenduri mendiang bapak, dia selalu menjawab: “Kembali uang banyak ya,” “Kembali menerima gaji ya,” sembari berekspresif kalau dia tidak mengakui apa yang saya melakukan. Saya bisa membaca bahasa badannya, dia sesungguhnya mau omong: “Kok yakin khurafat “.Saya memahami benar kalau dia mau melindungi persahabatan, namun saya terasa tidak nikmat karena berkesan disalahkan. Meski sebenarnya, apa kelirunya sedekah?

Hingga selanjutnya, saya membulatkan tekad bertanya. Lalu, dia mengaku. Namun dia tidak omong Wahabi, cuma mengakui pemeluk salaf. Dia menyamai salaf dengan Salafi jadi group yang berdasar tegar di Al-Qur’ hadis dan an. Banyak narasi yang perlu dikatakan, namun saya ambil simpulan kalau orang nampaknya punya rutinitas yang tidak dapat tidak hadir: memutuskan salah seseorang, sukai membid’ahkan, dan terasa sangat saleh.

Salafi-Wahabi, pada umumnya, berkepribadian seperti zionis. Seperti Palestina yang terserang kegigihan Israel, kalau perjuangan lentur, jadi habislah Palestina terjajah. Begitu juga, Ahlussunnah wal Jamaat selalu terserang oleh Salafi-Wahabi jadi bid’ah, kafir, dan salah jalan. Kalaupun tidak kuat, kemungkinan besar pastilah terbujuk dan remuk—ikut sebagai orang yg menyukai mengafirkan sesama. Israel sanggah perjuangkan nasionalisme, Salafi-Wahabi sanggah perjuangkan kemurnian Islam.

Mengapa saya omong kalau mereka sedang menggerogoti NKRI? Perkaranya benar-benar banyak. Semuanya aktris yang baru pindah ada pada pegangan Salafi. Banyak siswa di beberapa daerah urban, khususnya yang tidak terafiliasi organisasi masyarakat, pastilah Salafi. Mereka memusuhi siapa saja yang dikira menyelimpang, dan ajak siapa saja yang dirasakan ada kesempatan. Salafi-Wahabi tidak ada perbedaannya dengan penjajah. Mereka Muslim, namun sikapnya ke sama-sama Muslim sekasar zionis dan seburuk.

Zionisme Salafi-Wahabi
Wandi Ladupu, penduduk Sulawesi tengah, memberikan komentar jelek sekali waktu meninggal dunianya Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri. “Alhamdulillah telah mati dedengkot sufi Sulteng,” ujarnya. Ladupu, seperti kebanyakan semuanya orang Salafi-Wahabi, benar-benar membenci profil sufi dan tasawuf. Saya sempat menanyakan ke rekan baru saja kenapa mereka tidak suka tasawuf, dan seperti ini jawabnya: “Kenapa kita harus melaksanakan ibadah aneh-aneh yang tidak diberikan oleh syariat?”

“Aneh” yang diartikan yakni, menurut dia, tidak dikerjakan Nabi—bukan sunnah. Dengan membiarkan secara keseluruhan sisi esoteris, mereka menghukumi banyak sufi jadi orang salah jalan kembali menyesatkan. Sampai kalau orang sufi capai ekstase dalam melaksanakan ibadah hingga lupa diri, untuk Salafi-Wahabi yang begitu sampai masuk category kafir. Utamanya kalaupun tidak tepat apa yang diikuti Nabi, untuk mereka itu bid’ salah jalan dan ah. NKRI bagaimana untuk mereka? Terang: thaghut, setan.

Lantas apakah benar-benar betul Salafi-Wahabi turut sunah Nabi? Benar-benar tidak. Mereka cuma mengakui sangat sunnah, sampai lebih sunnah dibanding Nabi itu sendiri. Waktu Nabi masih hidup, manusia semacam Salafi itu sampai menyapa Nabi karena menganggap tidak adil. Kalau dengan Nabi saja mereka terasa lebih bagus, manalagi hanya cukup ulama sufi, manalagi orang biasa seperti kita, atau saya. Oleh karena itu, apa iktikad slogan sunnah yang zionis Muslim itu pemanfaatan?

Bullshit. Omong kosong. Beberapa orang Salafi-Wahabi tidak mengikut sunnah, mereka mengikut hasratnya sendiri, bertaklid ke junjungannya: Muhammad bin Abdul Wahhab. Mereka akui jadi golongan ahlussunnah wal jamaat, namun mengafir-sesatkan semuanya profil Sunni. Hidup bersebelahan sama mereka akan tidak tenang, mereka tidak ada toleran asalkan tidak mengikut ideologinya. Zionis Salafi-Wahabi sesuai itu telah berapakah menggerogoti NKRI?

Oleh karena itu, kehati-hatian benar-benar perlu. Semuanya doktrin mereka palsu: akui turut sunnah dan grup ahlussunnah wal jamaat, dusta. Salafi sendiri tidak serupa dengan salafiah. Syekh Ramadhan al-Buthi (w. 2013) membahas komplet dalam kreasinya, Al-Salafiyah: Marhalah Abadiyah Mubarakah, La Mazhab Islamiy dan Al-Lamazhabiyyah: Akhtharu Bid’ah Tuhadid al-Syari’ah al-Islamiyyah. Mereka golongan Salafi-Wahabi yakni lawan negara dan agama. Mengapa begitu?

Utamanya Wasathiyah
Golongan Salafi-Wahabi beresiko untuk agama karena mereka mencemarkan suciitasnya, menegasikan aspek esoteris maka dari itu syariat tidak lebih pada ritus fisik belaka. Sementara untuk negara, dia mengundang kerugian besar, yakni pecahnya persatuan karena kebiasaan sama sama kafir- intoleran dan mengafirkan. Oleh karena itu, di tengahnya ramainya arus Salafi-Wahabi, bangsa ini perlu lekas berbenah. Jangan sempat Islam wasathi kalah sama Islam Salafi.

Wasathiyah, moderasi, yang diartikan bukan bab pengamalan “spiritualitas vertikal” semata-mata, akan tetapi implementasi humanisme. Maknanya, bukan bab lembut apa tidaknya teknik berbicara dan bersahabat, karena kepribadian Salafi-Wahabi yang unik yakni mereka benar-benar sukai bersahabat kemudian ajak secara perlahan-lahan. Bumbunya yakni banyak pesan kerohanian maka dari itu kalaupun seorang tidak memahami propagandanya, mereka terang bakal terjatuh.

Beberapa waktu terakhir, KPI mendapatkan rintihan dari satu diantaranya penduduk karena menyiarkan Olimpiade Tokyo. Dia menanggung semuanya olahragawan masuk neraka karena bajunya tidak sopan. Siapakah yang membimbingnya terasa sangat saleh dan sangat memiliki hak mengkaveling surga? Tidak lain, dia telah terkena virus Salafi-Wahabi. Wasathiyah bakal jauh kalah di Salafi pada sebuah hal; cerita kemurnian Islam. Pembelajaran Islam moderat kian sulit, ditambahkan lagi pergerakannya yang tidak masif seperti Salafi.

Meski sebenarnya, wasathiyah sangat perlu karena dia laksana vaksin yang menolong seorang dari virus Salafi-Wahabi. Membasminya tidak dapat lewat cara membunuh karena telah menebar ke mana pun, jadi teknik pengurusannya yakni menguatkan imun keberagamaan, yakni moderasi Islam. NKRI telah digerogoti Salafi-Wahabi di semua posisi, dimulai dari instansi/kementerian, ASN, siswa, sampai penduduk umum. Sementara Muslim moderat belum berbenah apapun? Persiapan ditaklukkan oleh Muslim zionis itu.

Wallahu A’lam bi ash-Shawab…

Sumber : https://www.harakatuna.com/membasmi-salafi-wahabi-muslim-berwatak-zionis-yang-menggerogoti-nkri.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *