DZIKIR PENGHUNI SURGA : SAYYIDUL ISTIGHFAR (Arab, Latin dan Terjemah)

Do'a78 Dilihat

TENTANG ISTIGHFAR

Keutamaan Istighfar dan Manfaat Membacanya Setiap Hari
Istighfar atau Astaghfirullah (أستغفر الله‎ dalam bahasa Arab) merupakan kalimat istimewa di dalam ajaran Islam.
Arti Istighfar
Membaca kalimat istighfar secara harfiah dilakukan dengan mengulang-ulang perkataan dalam bahasa Arab astaghfirullah, yang artinya “Saya memohon ampunan kepada Allah”.
Artinya, hakikat seorang manusia adalah sosok tak berdaya, tak mampu berbuat apa-apa dan hina. Sehingga  gerak-gerik hamba tanpa penyertaan Allah, berarti adalah ucapan, tindakan yang salah dan penuh kealpaan.
“Hamba yang beristighfar berarti mengakui Tajallinya Allah dalam Asma’ Keagungan-Nya. Karena Pengampunan Allah itu manifestasi dari Kemahaagungan-Nya”.
Dengan demikian, siapapun orangnya yang tidak pernah mau beristighfar, maka tidak akan pernah mampu memasuki maqam Muraqabah (selalu merasa dilihat Allah SWT) dan  fana’, apalagi tahap al-Baqa’(lebur dalam kedekatan dengaNya). Kemudian maqam Musyahadah atau Penyaksian Keabadian Allah SWT dalam KeagunganNya.
Keutamaan Sayyidul Istighfar
Sayyidul istighfar mempunyai banyak manfaat apabila kita membacanya dan di antara manfaat tersebut adalah:

  1. Dijanjikan masuk surga bagi yang membaca siang hari maupun malam hari

Hal ini seperti disebutkan dalam sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa mengucapkannya [sayyidul istighfar] pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu petang, maka dia termasuk penghuni syurga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni syurga”
(Hadits Bukhari dari Syaddad bin Aus ra).
Doa sayyidul istighfar:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

ALLÂHUMMA ANTA RABBÎ, LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHALAQTANÎ. WA ANÂ ‘ABDUKA, WA ANÂ ‘ALÂ ‘AHDIKA WA WA‘DIKA MASTATHA‘TU. A‘ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHANA‘TU. ABÛ’U LAKA BINI‘MATIKA ‘ALAYYA. WA ABÛ’U BIDZANBÎ. FAGHFIRLÎ. FA INNAHÛ LÂ YAGHFIRUDZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA.


Artinya:
“Wahai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau,” (HR. Bukhari no. 6306).
Dianjurkan agar rutin membacanya minimal 1x setiap pagi dan petang, agar senantiasa kita tidak lepas dari ampunan Allah SWT, sebagaimana tidak lepasnya kita dari berbuat khilaf dan salah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *