Sebutkan dan Jelaskan Rukun Haji, Syarat Haji Serta Macam-macam Haji

Artikel149 Dilihat

Beribadah haji hukumnya harus untuk orang Islam yang telah penuhi persyaratan-syaratnya. Dan, yang penting dicatat, kewajiban ini cuma berlaku sekali seumur hidup.
Haji-haji seterusnya untuk yang sempat melakukan, hukumnya jadi sunah, terkecuali untuk yang bernazar, karena itu harus hukumnya.
Nach, apabila sudah punya niat, yok kita check yang terhitung rukun haji, wajib haji dan beberapa macamnya berikut ini!
1. Rukun Haji
Baca : Bacaan Talbiyah Saat Berhaji, Sunah atau Harus?
Berikut 5 rukun haji yang perlu disanggupi supaya beribadah haji-mu sah.
1. Ihram
Ihram ialah niat haji yang sudah dilakukan di miqat. Saat sebelum lakukan haji kamu diharuskan untuk membaca niat ditambah dulu. Kemudian kamu harus mandi harus, sholat sunnah dua rakaat dan kenakan pakaian ihram. Adapun baju ihram yang dipakai yakni:
Untuk lelaki berbentuk dua lembar kain ihram. Satu kain disarungkan dan satunya kembali diselendangkan.
Dan untuk wanita harus menggunakan baju yang tutup semua badan, terkecuali muka dan ke-2 tangan (pergelangan tangan sampai ujung jari).
Saat berihram kamu dilarang untuk lakukan beberapa tindakan berikut:
Memakai minyak wangi atau aroma.
Mengambil menggunting kuku atau bulu-bulu.
M mengincar binatang dan engganggu.
Menghancurkan, memahat, menggunting pohon-pohonan atau menyayat.
Melamar, menikah dan bersaksi atas pernikahan.
Bercumbu, bermesraan, sampai lakukan jalinan suami-istri.
Ucapkan kalimat kasar, kotor, cercaan sampai berkelahi dengan jemaah lainnya.
2. Wukuf di Arafah
Wukuf maknanya stop atau diam diri, dan Arafah ialah nama sebuah gunung yang berada di Mekkah. Jadi wukuf di Arafah ialah stop atau diam diri di padang Arafah. Adapun waktu realisasinya mulai dari dzuhur sekitaran jam 12 siang tanggal 9 sampai subuh tanggal 10 Dzulhijjah. Sepanjang penerapan wukuf kamu tidak diharuskan untuk suci dari hadas besar atau kecil. Oleh karena itu, untuk wanita yang haid atau nifas masih tetap bisa lakukan wukuf.
3. Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah ialah melingkari Ka’bah sekitar 7x dengan status Ka’bah ada di samping kiri yang diawali dari Bantai Aswad sampai usai di Bantai Aswad lagi. Tawaf Ifadah ini dilaksanakan sesudah melemparkan jumrah aqabah pada 10 Zulhijjah. Dan berikut ialah persyaratan tawaf, diantaranya:
Suci dari hadas.
Tutup aurat.
Suci dari najis pada baju dan tubuh.
Diawali dari lokasi yang sejajar dengan Bantai Aswad.
Status Ka’bah harus ada disamping kiri.
Berkeliling-keliling sekitar 7x putaran.
Dilaksanakan dalam Masjidil Haram tapi di luar sisi Ka’bah yakni di luar Hijir Ismail.
Disamping itu ada pula beberapa ibadah atau tindakan yang disunnahkan saat bertawaf, salah satunya:
Bertawaf dengan jalan kaki.
Memperpendek langkah.
Jalan cepat.
Beristilam ke Bantai Aswad saat awalnya tawaf dengan memakai tangan kanan sekalian ucapkan “Allahu Besar “.
Mencium Bantai Aswad dan menempatkan dahi ke atasnya.
Beristilam di rukun Yamani.
Berittibak (Menempatkan tengah kain selendang/ihram di bawah ketiak kanan dan ke-2 ujungnya di kiri atas dengan jadikan pundak kanan terbuka untuk golongan pria).
Sholat sunah dua rakaat sesudah tawaf ada di belakang Maqam Ibrahim.
Bertawaf bersisihan dengan Ka’bah (untuk mempermudah istilam).
Adapun beberapa macam tawaf, yakni:
Tawaf Qudum ialah tawaf “selamat tiba” yang sudah dilakukan saat baru sampai di Mekah.
Tawaf Ifadhah ialah tawaf sebagai rukun haji dan dilaksanakan untuk mereka yang sudah pulang dari Wukuf di Arafah.
Tawaf Sunah ialah tawaf yang sudah dilakukan hanya cari ridha Allah di saat kapanpun.
Tawaf Tahiyyat ialah tawaf sunah yang wajar dilaksanakan saat masuk Masjidl Haram.
Tawaf Nazar ialah tawaf yang sudah dilakukan untuk penuhi janji atau nazar.
Tawaf Wada’ ialah tawaf “selamat tinggal” yang sudah dilakukan saat sebelum tinggalkan kota Mekkah sebagai pertanda penghormatan untuk memuliakan Baitullah.
3. Sai
Sai ialah jalan atau berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah yang sudah dilakukan sekitar 7x sesudah tawaf ifadah. Adapun persyaratan-syaratnya diantaranya:
Didului dengan lakukan tawaf ifadah.
Dilaksanakan pada tempat sai sampai tujuh kali.
Awalnya sai diawali dari bukit Shafa dan usai di bukit Marwah.
4. Tahallul (Cukur)
Tahallul ialah cukur atau memotong rambut kepala sesudah melakukan sai. Untuk lelaki disunnahkan untuk cukur habis rambutnya, dan untuk wanita cukup memotong ujung rambut sejauh jari. Tahallul haji terdiri dari 2 jenis, yakni:
A. Tahallul awalnya ialah kondisi seorang lakukan dua antara tiga aktivitas berikut:
Melontar jumroh Aqabah selanjutnya menggunting rambut.
Melontar jumroh A tawaf ifadah dan qabah.
Tawaf ifadah, bercukur dan sai.
B. Tahallul thani atau qubro ialah kondisi saat seorang jemaah lakukan tiga aktivitas haji, yakni:
Melontar jumroh Aqabah.
B tawaf ifadah dan ercukur.
5. Teratur
Teratur maknanya kerjakan aktivitas sesuai posisi, jangan random dan ada yang tertinggal.
2. WajibHaji
Sebagai serangkaian ibadah yang ditangani dalam beribadah haji, jika tidak ditangani syah hajinya, namun harus bayar dam. Berdosa bila menyengaja tinggalkan dengan tidak ada uzur syar’i. Berikut 5 Wajib haji, yakni:
Ihram, yaitu niat berhaji dari miqat.
Mabit di Mudzdalifah.
Mabit di Mina.
Melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah
Tawaf wada untuk yang hendak tinggalkan Mekah.
3. Beberapa macam Haji
O ya, jika belum mengetahui, haji itu rupanya ada tiga jenis, yaitu haji tammattu, haji haji qiran, dan ifrad. Apakah beda?
Jadi jika haji tammattu kerjakan umrah dulu baru haji. Dan haji ifrad kerjakan haji lebih dulu baru diselipin tahallul dan umrah. Adapun haji qiran, kerjakan haji dan umrah bersama tanpa diselipin tahallul.
Rukun haji harus dipahami khususnya untuk Muslim yang hendak pergi menjalankan haji untuk memperbaiki rukun Islam kelima.
Beribadah haji ini harus digerakkan untuk setiap Muslim yang sanggup baik fisik atau secara materi. Beribadah haji ialah bertandang ke Baitullah (Ka’bah) untuk lakukan beberapa amalan beribadah, diantaranya wukuf, mabit, thawaf, sa’i, dan yang lain pada periode tertentu, untuk penuhi panggilan Allah SWT dan menginginkan ridha-Nya.
Beribadah haji diharuskan cuma sekali seumur hidup. Hukum haji ke-2 dan sebagainya ialah sunna. Tetapi, untuk mereka yang bernadzar haji, hukum haji itu jadi harus karena nadzar.
Beribadah haji dikerjakan di bulan haji (Dzulhijjah), persisnya saat waktu wukuf di Arafah datang (9 Dzulhijjah), hari Nah{r (10 Dzulhijjah), dan harihari Tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
Alasan perintah jalankan beribadah haji yaitu firman Allah SWT dalam Al Qur’an:

وَاَذِّنْ فِىالنَّاسِ بِاالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجاَلاً وَعَلى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْ تِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ

Maknanya: “Dan berserulah ke manusia untuk kerjakan haji, pasti mereka tiba padamu dengan jalan kaki, dan memakai unta yang kurus, yang tiba dari seluruh pelosok yang jauh “.(QS. Al-Haj: 27).
Penerapan beribadah ini tidak terlepas rukun haji dan persyaratan. Ada enam rukun haji yang harus dipahami supaya beribadah yang digerakkan untuk membulatkan rukun Islam ke-5 tidak percuma.
Berikut enam rukun haji diambil dari Buku Bimbingan Manasik Haji dari Kemenag:
1. Niat Ihram (niat)

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بحَجَةِ

Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma hajjan.
Artinya; Saya niat melakukan haji dan berihram karena Allah Swt. Saya menyambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berhaji.
Niat Umrah

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بعُمْرَة

Nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma ‘umratan.
Artinya; Saya niat melakukan umrah dan berihram karena Allah Swt. Saya menyambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berumrah.
Niat Haji Sekalian Umrah (Haji Qiran)

نَوَيْتُ الْحَجَّ والعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ لِلهِ تَعَالَى

nawaitul hajja wal ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala
Artinya; Saya niat melakukan haji sekalian umrah dan berihram karena Allah Swt.
Niat itu diniatkan saat mengawali ihram
2. Wukuf di Arafah
Wukuf ialah aktivitas diam diri sesaat di Arafah di saat terpelesetnya matahari tanggal 9 Dzulhijah. Wukuf dimulai khutbah, sholat zuhur dan Ashar dijama’ taqdim dan qasar seharusnya berjemaah, selanjutnya berisi aktivitas membaca doa, melakukan zikir, membaca Al-Qur’an, istigfar dan tasbih.
Tawaf menurut bahasa memiliki arti mengelilingi. Dan menurut istilah memiliki arti melingkari Baitullah sekitar 7x perputaran dengan status Ka’bah ada di samping kiri, diawali dari Bantai Aswad dan usai di Bantai Aswad.
Sa’i menurut bahasa maknanya ‘’berjalan” atau ‘’berusaha”. Menurut istilah, sa’i memiliki arti jalan dari shafa ke Marwah, bolak-balik sekitar 7x yang diawali dari Shafa dan usai di Marwah, dengan persyaratan dan beberapa cara tertentu.
5. Bercukur
Dalam serangkaian beribadah haji atau umrah, bercukur sebagai salah satunya rukun haji atau umrah, terutamanya menurut mazhab Syafi’i, dan tidak prima haji atau umrahnya bila tidak cukur rambut.
Dan menurut tiga mazhab yang lain, hukum bercukur ialah harus, bila ditinggal harus bayar dam.
Bercukur dalam beribadah umrah dilaksanakan sesudah jamaah umrah melakukan tawaf dan sa’i. Dalam beribadah haji, praktik yang wajar dilaksanakan, bercukur dilaksanakan di tanggal 10 Dzulhijjah sesudah jamaah melemparkan Jamrah Kubra. Berikut yang disebutkan tahallul awal. Tetapi, bercukur dapat dikerjakan baik saat sebelum atau sesudah lempar Jamrah Aqabah.
6. Teratur, sesuai posisinya.
Teratur dalam penerapan beribadah haji ialah melakukan ketetapan hukum manasik sesuai ketentuan yang ada. Jika tidak melakukan salah satunya rukun haji itu, karena itu hajinya tidak sah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *