Sekolah Parulian Medan Gelar Pelatihan Literasi Digital

Pendidikan55 Dilihat

MEDAN – MATAKOMPAS.COM – Untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan digital, Yayasan Pendidikan Parulian selenggarakan Pelatihan Literasi Digital untuk pendidik. Kegiatan ini digelar pada 17-18 November 2021 di Aula Sekolah Parulian 1, Jl Stadion Teladan, Medan.
Dalam sambutan pembukaan pelatihan, Sekretaris Yayasan Parulian Erita Siburian menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen Sekolah Parulian sebagai sekolah literasi untuk terus menggalakkan berbagai program literasi.
Menurut Erita, pelatihan ini juga sekaligus menyahuti program Literasi Digital Nasional yang telah dicanangkan oleh Pak Presiden Jokowi. Begitu juga dengan program pak Walikota Medan Bobby Nasution untuk mengembangkan literasi digital di sekolah-sekolah.
“Sebagai sekolah literasi kami terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru. Literasi digital merupakan ketrampilan kunci yang harus dimiliki bagi para pendidik untuk bisa eksis dalam pembelajaran abad 21. Kami juga berupaya bergerak cepat untuk menyahuti program literasi digital nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden Jokoek”, ungkap Erita Siburian.
Hadir membuka Pelatihan, Drs Masrul Badri, M.PSi sebagai Ketua Forum Masyarakat Literasi Indonesia (Formalindo) Kota Medan. Dalam sambutan pembukaannya, Masrul memuji dan sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini.
“Saya sangat senang dengan kegiatan pelatihan ini, dan berharap sekolah-sekolah lain di Kota Medan maupun di Sumut dapat melakukan kegiatan yang serupa. Pelatihan ini sangat berarti dalam pembelajaran di era digital abad 21 dan khususnya di masa pandemi COVID-19”, ungkap Masrul.
Pelatihan literasi digital ini melibatkan 120 peserta dari berbagai tingkatan jenjang sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Pendidikan.
Selain Agus Marwan, S.IP, M.SP sebagai narasumber, pelatihan ini juga difasilitasi oleh 3 orang fasilitator yang berkompeten dalam literasi digital, yaitu Lia Windari, S.Pd, M.Pd, Dr Yeni Rangkuti, M.Pd, dan RA Selvi Dewi, S.Pd.
Dalam paparannya, Agus Marwan menyampaikan bahwa kecakapan digital di masa ini merupakan sebuah keniscayaan yang harus dikuasi para pendidik. Pembelajaran abad 21 menuntut penggunaan teknologi digital. Terlebih dimasa pandemi yang mengharuskan pertemuan dengan tatap muka secara terbatas.
Setelah pelatihan selama 2 hari, seluruh peserta akan menyusun rencana tindak lanjut yang nantinya akan dilaksanakan di masing-masing unit sekolah. Pihak Yayasan nantinya akan melakukan monitoring dan evaluasi terkait hasil penerapan pelatihan.
(MM-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *